Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH
Blog EntryApr 17, '12 11:43 PM
for everyone
Kalo kamu suka musik dan suka nonton konser, kamu tahu tak ada yang lebih menyenangkan dibanding datang ke sebuah gigs bersama teman-temanmu, menonton band kesayangan, berbagi energi bersama, moshing, mengepalkan tangan dan ikut bernyanyi. Jika gigs atau acaranya tidak terlalu besar, biasanya terjadi interaksi sahut-sahutan dengan band ketika mereka di panggung atau sesudahnya bisa jadi berfoto bareng atau minta tanda tangan personil band kesayanganmu.

Apa jadinya ketika beberapa orang yang punya hobi sama, mendengarkan musik dan nonton konser itu menggagas sebuah acara musik ? Hadirlah Liga Musik Nasional atau biasa disingkat Limunas. Digagas, dibayangkan dan diusahakan hadir rutin perdua bulan, skala kecil dengan penonton 150-200 orang, menampilkan 3 band dengan durasi yang memuaskan penggemar band yang tampil dan tentunya memuaskan sekelompok orang yang ada dibaliknya.
Pertama kali digelar, April 2011 di Reneo, sebuah kafe kecil dibelakang Unpar. Limunas #1 menampilkan Rajasinga, Kelelawar Malam dan Vrosk. Lalu sesudah itu Limunas #2 muncul di Bulan Juni 2011 dengan bintang tamu Teenage Death Star, Suri dan Power Punk. Sesudah Limunas II terselip acara  pesta rilis Rajasinga yang menggandeng Bromocorah, Errorbrain dan Jari Tengah. Sesudah itu ?

Vakum. Tempat yang biasa di pakai, naik sewanya. Yang mengerjakan juga meski masih sering berkumpul, sibuk sendiri-sendiri. Sampai tiba-tiba ketika sedang berdiskusi soal kelanjutan Limunas, muncul tawaran dari sebuah clothing lokal yang menawarkan diri untuk bersama-sama membuat Limunas kembali.

Limunas #3. Berpindah tempat ke Kafe Karamba, Limunas #3 akan digelar tanggal 20 April 2012. Kali ini yang tampil ada Jeruji, Sigmun dan Speedkill. Bagi yang pernah hadir dan bersenang-senang bersama di Limunas sebelumnya, kehadiran kalian, ditunggu kembali. Bagi yang belum pernah,mari datang dan berbagi energi bersama. Sampai jumpa di venue!


Infamous Amplifiers
mempersembahkan

LIGA MUSIK NASIONAL 3
Jeruji
Sigmund
Speedkill

Jumat 20 April 2012
Karamba Kafe
Jl. Sultan Tirtayasa 26 Bandung
Jam 7 malam
htm. Rp 25,000 (karena tempatnya kecil, tiket terbatas!)
Presale tiket tersedia
di Omuniuum

Blog EntryApr 17, '12 11:39 PM
for everyone



Bandoengsche
Minggu/ 22 April 2012
15.00 – selesai
Dago Tea House Bandung
Pre-sale Rp. 25.000
On The Spot Rp. 35.000
Tersedia di Omuniuum dan Wadezig

Homogenic
Hollywood Nobody
Bottlesmoker
Spaceandmissile
Teman Sebangku
Affen
Strangers
Band audisi
Info lengkap:
@BANDOENGSCHE

Blog EntryApr 2, '12 10:51 PM
for everyone

 
3 April 2012, Album ketiga kami “Gemuruh Musik Pertiwi” dirilis dibawah bendera Progresiv Barbar Musik yang berisi 9 track, masih memainkan Heavy Metal dan direkam secara live yang memakan waktu satu hari, serta disusul take gitar tambahan dan vokal latar. Hal ini dikarenakan kami tidak mau ambil pusing dengan hal-hal teknis proses rekaman.



Gemuruh Musik Pertiwi adalah dedikasi dan pengabdian kami terhadap Heavy Metal, serta sebuah album penghormatan kepada “GODBLESS” dengan alasan, ketika Gemuruh Musik Pertiwi masih dalam bentuk rumusan ide, kami ingin mencontek habis apa yang pernah mereka buat di album “Raksasa”. Namun seiring perjalanan waktu dan keterbatasan kemampuan kami, Gemuruh Musik Pertiwi jauh berbeda tetapi kami yakin memiliki spirit yang sama.

Secara lirik Gemuruh Musik Pertiwi menceritakan betapa menyenangkan bermain musik didalam institusi yang bernama KOMUNAL.

Ini adalah album tanpa harapan ,tanpa diragukan karena sudah dipastikan kehebatannya,
selamat menikmati, Heavy Metal tetap berkibar.

 

Kontribusi skill :
Muhammad Anwar Sadat – Doddy Hamson – Arie Khomaini – Rezha H.K
info dan kontak Komunal
email : komunalhellyeah@yahoo.com
www.facebook.com/komunalindonesia
www.twitter.com/KOMUNAL
Informasi :
Ary Purwanto 022 7007 9170
Edo Gordo 0856 1880 510

*********


Bundling CD + TShirt GMP – IDR 125,000 Tersedia dalam size M, L, XL, XXL  [terbatas!]
CD GMP – IDR 25,000
Sertakan nama, alamat, nomer telepon, kode dan size.
kirim ke email omuniuum@gmail.com / order@omuniuum.net atau sms via 087821836088
Pembayaran transfer via rek BCA/Mandiri/BNI
Pengiriman memakai jasa JNE


+ Omuniuum +
Ciumbuleuit 151 b Lt.2 Bandung 40141
ph. 022-2038279
08782183608

Blog EntryFeb 25, '12 12:04 AM
for everyone

Blog EntryFeb 25, '12 12:03 AM
for everyone

Blog EntryFeb 20, '12 10:59 PM
for everyone
28th APRIL 2012 | Lapangan D Senayan

SUFFOCATION, NILE , D.R.I, SUCKER HEAD, CHITHONIC, DEAD SQUAD, DREAMER, PSYCROPTIC, IMPIETY, CYANIDE SERENITY, DIVINE CODEX, NOTHNEGAL, BURGERKILL, MASSACRE CONSPIRACY, KOIL, THE ARSON PROJECT, DAWN HEIST, FUNERAL INCEPTION, NOXA, SERINGAI, DEATH VOMIT, DOWN FOR LIFE, DEAD VERTICAL, HUMAN LIKE MONSTER, STRAIGHT OUT

Presale 1 = Rp.100rb (Sampai 1 Maret 2012)
Presale 2 = Rp.150rb (Sampai 22 April 2012)
On The Spot = Rp.200rb

Presale Ticket HAMMERSONIC bisa di beli di Omuniuum

Blog EntryFeb 11, '12 5:00 AM
for everyone
A Day To Remember & Underoath Live In Jakarta Jumat – 9 Maret 2012 Plaza Selatan Senayanpromoted by RevisionlivePresale: 325rb ( Until 1st March 2012 ) | Tersedia Di Omuniuum Normal: 450rb


A Day To Remember & Underoath Live In Jakarta
Jumat – 9 Maret 2012
Plaza Selatan Senayan
promoted by Revisionlive
Presale: 325rb ( Until 1st March 2012 ) | Tersedia Di Omuniuum
Normal: 450rb


The Pains Of Being Pure At Heart
White Shoes And The Couples Company
Polyester Embassy

March 2, 2012
19.00
Balai Sarbini Plaza Semanggi Jakarta

Tiket presale Rp285.000 dan normal Rp350.000

Di Bandung presale tersedia di Omuniuum| Unkl347 | Ouval | Loubelle Shop

Blog EntryFeb 11, '12 4:27 AM
for everyone
Midnight In Hollywood - Hollywood Nobody   Konser yang akan diadakan pada tanggal 18 Februari 2012 di Gedung IFI Bandung (dulu CCF / depan BEC atau di Jalan Purnawarman No. 32) dengan tajuk “Midnight in Hollywood” dan bertemakan tahun 1920an.Presale Tiketnya di jual seharga 20ribu dan on the spot 25ribu (jika tidak habis), tersedia di Omuniuum dan di FFWD! Terbatas!


Midnight In Hollywood - Hollywood Nobody Konser yang akan diadakan pada tanggal 18 Februari 2012 di Gedung IFI Bandung (dulu CCF / depan BEC atau di Jalan Purnawarman No. 32) dengan tajuk “Midnight in Hollywood” dan bertemakan tahun 1920an.

Presale Tiketnya di jual seharga 20ribu dan on the spot 25ribu (jika tidak habis), tersedia di Omuniuum dan di FFWD! Terbatas!

Blog EntryNov 1, '11 10:52 PM
for everyone
Hei hei hei,

mau menyapa dan memberi tahu barang-barang baru di bulan Oktober – November nih kita kedatangan tshirt Koil, TDS, Thinking Straight, Infamy, Straight Answer,  Bottlesmoker, Hollywood Nobody dan banyak lagi. Untuk CD rilisan baru ada Angsa dan Serigala, Tulus, Gelap, Glosalia, Forgotten terus juga ada Majalah Cobra edisi dua dengan bonus CD Desis Cobra yang ciamik, isinya ada Hightime Rebellion, Homogenic dan kawan-kawannya.

Yuk, silakan klik gambar untuk melihat katalog kita di facebook atau bisa juga cek flickr kita.

Ditunggu ordernya atau datang langsung ke toko kita yang ngumpet di lantai 2 Ciumbuleuit 151 B seberang Unpar.

Semoga harinya menyenangkan ya! :)

Blog EntryOct 17, '11 8:04 PM
for everyone

Djakarta Artmosphere kembali lagi. Amunisinya lebih beringas!

Setelah sukses di dua penyelenggaraan sebelumnya, Djakarta Artmosphere kembali lagi untuk kali ketiga.Tahun ini, gegap gempita penyelenggaraan konser dua generasi ini akan berlangsung pada 22 Oktober 2011.

Seperti yang sudah-sudah, tahun ini, Djakarta Artmosphere akan kembali mengusung tema yang sama; Perbenturan musisi dua generasi yang dicampur adukkan di dalam satu panggung pertunjukkan.
Anda mungkin masih ingat betapa Sore bisa bersenandung bersama Ebiet G. Ade atau pertunjukkan sukses dari Kartika Jahja (Tika) yang berbagi panggung dengan idola masa kecilnya, Vina Panduwinata dua tahun yang lalu. Yang juga mungkin masih segar di ingatan adalah bagaimana almarhum Utha Likumahuwa berhasil membuat dirinya muda dan begitu pantas memainkan beat-beat rockabilly milik Leonardo and the Dancing Kangaroos. Di tahun yang sama –tahunlalu— raja rock Indonesia, God Bless berhasil membagi energy dengan Navicula, pasukan rock alternative asal Bali.
Tahun ini, memori yang kurang lebih sama akankembali lagi. Seperti sudah ditulis di baris pertama tulisan ini, tahun ini Djakarta Artmosphere bisa jadi akan lebih beringas.

Tercatat, sudah ada beberapa nama line up yang bisa dikonfirmasi akan turut ambil bagian di konser ini. Yang paling besar, tentu saja kemunculan Koes Plus yang mungkin untuk pertama kalinya tampil di depan pasar yang sama sekali berbeda dengan apa yang mereka punya.

Jika selama ini, generasi muda hanya bisa mendengar nama besar dan reputasi mereka di masa lalu, maka di Djakarta Artmosphere tahun ini, karisma dan suara khas Yon Koeswoyo akan benar-benar tersaji secara nyata di atas panggung.

Bicara tentang musik Indonesia, sudah pasti Koes Plus berdiri tinggi di kasta atas sejarah musik modern bangsa ini. Puluhan rilisan yang mereka hasilkan selama lebih dari 50 tahun berkarya di industry musik tidak bisa dipandang sebelah mata.Yang mereka punya, ada status legenda yang berhasil melintas batas umur, geografis dan jugaselera.

Di Djakarta Artmosphere tahun ini, Koes Plus akan beradu aksi dengan eksponen rock ugal-ugalan asal Jakarta, BRNDLS. Band ini berhasil keluar dari zona lama mereka yang menemukan sebuah pendekatan eksplorasi seni yang luar biasa luas lewat album terbaru mereka DGNR8.

Bayangkan, pejamkan mata anda, dankemudian berharaplah, ada ruang kosong di Djakarta Artmosphere untuk menyaksikan mereka.

Nama lain yang juga masuk ke dalam line up tahun ini adalah perpaduan Endah N’ Rhesa dan Margie Segers. Keduanya, dikenal luas karena kemampuan mereka untuk menyihir penonton dari sekat-sekat panggung yang mereka kuasai.

Pure Saturday, legenda indiepop local asal Bandung, juga dijadwalkan untuk ambil bagian di Djakarta Artmosphere tahun ini. Musikus avantgarde yang pernahmengisi line up Kantata dan God Bless, Jockie Suryoprayogo akan menjadi partner mereka tahun ini. Ketika dua legenda bersatu, sudah pasti kedahsyatan sebuah pertunjukan bisa diharapkan akan muncul, bukan?

Nama terakhir yang akan mengisi panggung Djakarta Artmosphere tahun ini adalah Keenan Nasution yang akan berpadu padan dengan fenomena baru bernama Sarasvati.

Keenan yang begitu dikagumi banyak orang di dekade 70-80an akan berbagi menit tampil dengan Sarasvati yang seolah menemukan kembali dirinya ketika berhasil keluar dengan debut albumnya yang mengikis sekaligus menutup rapat masa lalunya. Apakah Keenan Nasution dan Sarasvati akan menampilkan sebuah pertunjukkan musik mistis? Mari kita tunggu bersama.

Tahun ini, menurut rencana, Djakarta Artmosphere akan diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Lokasi yang berada di wilayah super penting Jakarta Selatan ini, diyakini mampu memberikan kemudahan untuk banyak orang. Pameo lama bilang, “Lokasi menentukan prestasi.” Mungkin ini akan berlaku untuk Djakarta Artmosphere 2011.

Selain beberapa kolaborasi di atas, tahun ini Djakarta Artmosphere juga mulai memperkenalkan sebuah lini baru di dalam pertunjukkan musik ini: Joyland.

Sisi Joyland adalah sebuah panggung outdoor yang tersaji di luar lokasi pertunjukkan utama.Musik-musik di panggungini akan berbunyipada sore hari. Beberapa nama menarik sudah dikonfirmasi untuk mengisinya: White Shoes and the Couples Company, LukyAnnash, Sir Dandy, Dialog Dini Hari, dan The Experience Brothers.

Sebagai bentuk perpaduan seni selain musik, tahun ini Djakarta Artmosphere kembali bekerja sama dengan Divisi Pendidikan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) untuk menjaring bakat-bakat muda yang memberikan opininya mengenai musik Indonesia dalam bentuk provokasi Visual. Peserta terseleksi mendapatkan pembekalan materi fotografi dan wawasan musik Indonesia selama 2 hari workshop, dan hasil karya tersebut akan dipamerkan bersamaan dengan konser musik Djakarta Artmosphere.

22 Oktober 2011 sudah dekat. Siapkan energy anda, kosongkan jadwal, ajak teman-teman terbaik dating ke pertunjukkan ini. Mari membuka cakrawala yang segar, mari melihat sebuah kenyataan yang selalu bisa membuat kita semua tersenyum; Musik tidak pernah kenal batasan generasi. Pun ia tidak pernah mengikat dirinya dalam sebuah batasan.

Informasi lebih lanjut, silakan langsung menuju ke www.djakartartmosphere.com atau follow Twitter kami di @Djaksphere.

Sampai jumpa. Bersulang: Untuk musik Indonesia yang selalu bersinar. (pelukislangit)

Tiket Rp50,000,- bisa dipesan di:

G Production – Jalan Wijaya 2 no. 28, Jakarta Selatan (0813-10-0815-10)
Hey Folks – Jalan Bumi no. 17, Mayestik, Jakarta Selatan (021-7395302)
Ouval Research Tebet, Jalan Tebet Utara Dalam 26, Jakarta Selatan. (021-831-26-77)
RURU Shop Tebet – Jalan Tebet Timur Dalam Raya no. 6, Jakarta Selatan (021-830-42-20)
Omuniuum – Jalan Ciumbuleuit 151 B Lt.2, Bandung (022-203-82-79)

Blog EntryJul 20, '11 7:59 PM
for everyone


“RAJAGNARUK” BANDUNG RELEASE PARTY
with:
Bromocorah
Errorbrain
Jari tengah (official fun page)

Jumat 22 juli 2011
@Reneo Café, Bukit Jarian, Ciumbuleuit, BANDUNG
Open Gate: 19:00 htm 20.000

MARI BERPESTA!!!

Tampak Kak Katy Bon mulai benar-benar sibuk dengan segala kesibukannya, mungkin dia mau rebonding rambut keritingnya biar ga kusut-sut-sut seperti arumanis jadi review kali ini muncul kembali dari Kak Gendat. Silakan di baca …

 
Sajama Cut – Manimal | Demajors | IDR 35,000

Selamat pagi, siang dan malam, entah kenapa ketika bangun pagi saya ingin mengulas EP teranyar dari Sajama Cut, walaupun sebenernya mereka mengeluarkan EP ini tahun lalu tapi biarlah yah.. Haha!
Baiklah saya mulai, siapa yang tidak kenal dengan band asal Jakarta ini yang sudah malang melintang selama kurang lebih 10 tahun dan menelurkan 3 album, yak mereka hadir kembali dgn EP teranyar mereka berjudul “Manimal” yg merupakan album ke-3 mereka, dimana di mini album ini personil tetap yang tersisa dari Sajama Cut hanya tinggal frontman mas Marcel Thee (yak berarti selebihnya anyar bro). Mini album teranyar mereka terdengar lebih asik dan mantap, mengapa demikian, karena mulai banyak variasi pada setiap lagunya, jadi dapat dikatakan mini album Sajama Cut yang terbaru lebih fresh dan canggih.

Kita bahas dari artwork-nya dulu, mungkin yang dimaksud dengan “Manimal” ini adalah penggabungan kata dari Human dan Animal, karena artwork dari mini album ini ada manusia tetapi semua berkepala binatang, entah ada makna apa dibalik nama “Manimal” ini atau mungkin mereka mencoba menjelaskan bahwa manusia terkadang dapat bersikap seperti “binatang” … Nah mungkin kalian dapat menterjemahkannya sendiri.

Mari kita masuk ke lagu didalam mini album ini, saya tidak akan membahas per track yah, pertama kali saya masukkan CD ini langsung dihantam dengan harmonisasi vokal ala-ala The Beach Boys dan dipadu sedikit dari Fleet Foxes (sotoy dikit aahh), yak inilah track pertama yang kebetulan mereka jadikan single dari mini album ini, yaitu Paintings/Paintings, pemilihan single yang ciamik menurut saya. Lalu ada Where’s The Orient di track 4, di awal penggalan liriknya ada kata-kata “girl you’re a criminal, girl you’re a criminal you stole my heart..” simple tapi boleh juga ini kata-kata, cocok buat yang jatuh cinta.. Yeah!! Yang menarik di lagu ini juga ada bunyi lonceng gereja, sedikit tapi cukup catchy lalu di track terakhir ditutup dengan Street Haunts, ada penggalan lirik yang diulang-ulang berbunyi “but now I feel like I’m dying..” trus diulang-ulang seakan menggambarkan jalanan itu keras..

Saatnya kita masuk ke packaging, tidak terlalu istimewa bila dilihat dari packaging, jadi biasa saja, sayang mereka tidak melampirkan lirik sama sekali jadi hanya ada beberapa kata-kata saja.

Kesimpulannya, menurut saya mini album ini layak sekali untuk kalian jadikan koleksi, buat yang memang suka Sajama Cut dari dulu, maupun kalian yang baru-baru saja mendengarkan Sajama Cut. Beli aja CD-nya kalo tidak percaya.

 Salam manis buat yang manis dari Kak Gendat yah!


P.S. Gimana ? Ini Kak Gendat lagi cari pacar loh, jadi buat mojang-mojang yang tertarik buat jadi pacar kak Gendat yang pandai mereview ini silakan kirim surat cinta via email ke 0rder@omuniuum.net .. Eh email kami juga kalau ada yang mau menyampaikan kritik, saran dan sebagainya termasuk undangan kerjasama terutama kerjasama yang menghasilkan cuan .. Eh apa sih ini ngelantur. Pokoknya follow twitter kami @omuniuum dan hubungi 0878213836088 jika kalian ingin membeli CD yang di review di atas itu ya . Cihuy!

Blog EntryMay 2, '11 12:10 AM
for everyone



BURNING FEST

Bandung Rock Gathering 2011

21 Mei 2011

Yon Armed IV – Cimahi

- BURGERKILL

- JASAD

- BESIDE

- JERUJI

- ALONE AT LAST*

- KILLED BY BUTERFLY

- INFAMY

- GLOBAL UNITY

- LOST FAITH

- LOCUST KING

- MORTIFIED

- IN PLACE OF HOPE

- STRUGGLE HOPE

- STEP CHILD DIARY

Tiket bisa didapatkan hanya dengan Rp.25.000,- dimulai dari tanggal 01 Mei s/d 12 Mei 2011.

Layanan tiket di buka mulai tanggal 01 Mei 2011, hanya di :

Bandung :

- Omuniuum Ciumbuleuit 151 b Lt.2 Bandung- 022-2038279 – 087821836088

- Yeah Caffe (samping Circle K taman flexy)

- gogs-store.com Jl Buah Batu No 239 Bandung

- (08562085851 – Bayu) (08561241213 – Dani)

Garut (085223950140 – Ade): – Studio one , Jl.Kiansantang Gg.Kamulyaan No,205

Jakarta :

- UKM band bina nusantara (BINUS) Jl.Kyai H Syahdan No,9 Palmerah Jak-Bar

- (085271635356 – Dwi)

Blog EntryApr 20, '11 9:16 PM
for everyone

Preorder Tshirt Seringai

Berlaku mulai tanggal 20 – 27 April 2011

Harga 135,000 + bonus Kartu Pos Artwork Arian13 terbatas! [belum termasuk ongkos kirim]

Tersedia size S – M – L – XL – XXL – XXXL

Pemesanan melalui SMS ke 087821836088 | sertakan nama, alamat + pesanan dan sizenya

Pemesanan melalui Email ke omuniuum@gmail.com | nama + alamat + no hape + pesanan + sizenya

Pengiriman mulai tanggal 27 April dan sesudahnya jika pembayaran sudah dilakukan.

Sesudah tanggal 27 April harga berubah.



+ Omuniuum +

Ciumbuleuit 151 B lantai 2 Bandung 40141

ph. 022-2038279 – 087821836088

twitter : @omuniuum

w. http://omuniuum.net/


Leonardo | The Sun | Buttonijo / Demajors | IDR 30,000

Sekilas melihat cover album Leonardo yang catchy, saya mengharapkan akan mendapati jazzy-like music, tapi ternyata saya salah, haha. Tidak lama setelah CD masuk player terdengarlah sebuah lagu yang begitu masuk intro langsung mengingatkan saya pada lagu-lagu band indie pop Inggris era 80 awal. Intro Insecure terdengar lawas dengan vokal yang rendah dan berat.

Saya pikir satu album akan setipe ini, ternyata saya salah lagi. Wondrous Sky masuk lebih tenang dan mendayu, soothing and easy. Lights Over Me lebih terdengar country lengkap dengan genjrengan gitar a la Sheryl Crow. Nama Kartika Jahja menjamin lagu ini mendapat dukungan vokal yang kuat dan berkarakter. Sampai lagu ketiga ini, saya jadi tidak berani menduga-duga lagu selanjutnya akan seperti apa, dan menunggu saja ia berputar dan mengungkap diri dengan sendirinya.

A Sad Man Belong In Corner terasa lebih balad dengan iringan akustik gitar dan sisipan siul. Cocok dengan judulnya, terdengar seperti seseorang yang spontan menciptakan lagu dan menyanyi untuk teman-temannya, menceritakan sedih yang dirasakan. Happy Suffering Song kemudian mengalun, menjanjikan keramaian dan keceriaan lebih, dengan eksplorasi bebunyian yang keluar dari mulut, choir, gitar, dan perkusi. Lagu ini pun berlalu singkat. Blatant dibuka dengan suara rendah dan berat Leonardo. Lagi-lagi saya mendapat kesan cowboy yang bermusik dalam bar saloon lengkap dengan boots dan jeans belel, mengembalikan ingatan saya akan iklan komersial mustang, ha ha. Lagu ini asik, Leonardo maupun Melanie Wilson (Lani Leyli) sebagai guest vocal terdengar sangat menikmati dan lepas. Liriknya juga asik, “I believe the government, they will always be there..and I’m a fucking liar..” ha ha. Midnight Hooray, yang seperti judulnya, lagunya “hore”. Leonardo yang adalah juga drummer/vocalist/guitarist dari Zeke and The Popo membuat saya paham saat lagu ini mengingatkan saya pada “Mighty Love” nya ZATPP.

Tequila Lullaby sedih mengalun dengan dentingan piano yang minor. Leonardo membagikan banyak hal di album ini, bukan hanya jumlah tracks yang royal dan acuan musikalitas yang bervariasi, tapi juga cerita. Marah, kecewa, senang, sedih. Seperti pada Dawn, yang terasa megah dengan tambahan instrumen biola walau mood nya masih juga turun. Seconds to a Minute, lagu yang menurut saya bagus tapi sayangnya karakter vokal Leonardo kurang pas dan membuat lagu ini jadi kurang catchy. The Sun mengalun dengan iringan biola solo yang terasa oriental, yang lagi-lagi sayangnya dengan suara rendah Leonardo, lagu ini masih terasa kurang “menarik” kuping saya yang awam. Akhir paragraf, akhir album, inilah lagu penutup, Something Between My Room and Yours. Dari keseluruhan satu album, lagu ini yang paling menarik perhatian saya sedari awal CD ini berputar. Semakin di dengar, saya semakin suka. Diawali dengan efek suara pemantik dan rokok yang terbakar dan dihisap, lalu vokal Leonardo yang bernyanyi tipis pada nada tinggi. Awalnya hanya diiringi petikan gitar yang sederhana, tapi tunggu dulu.. setelah itu masuk guest vocal Mian Tiara yang jazzy dan perkusi serta akordeon yang membuat lagu ini terdengar seksi dan soothing. Sungguh, lagu ini enak sekali!

Yak, akhir kata, album ini bisa kamu beli di you-know-where-dimana-lagi-kalo-bukan-di Omuniuum. Belilah album ini kalau kamu sudah mulai bosan dengan musik yang begitubegitu saja, mulai kekurangan referensi, atau mulai kebanyakan nonton acara musik pagi di televisi. Bener deh. Album ini refreshing dan kaya akan eksplorasi bermusiknya seorang Leonardo, yang ternyata sudah delapan belas tahun menjadi musisi dan berkontribusi dalam banyak album, sebelum akhirnya album solo ini lahir. Tempting, eh?



P.S. Review Kak Katy Bon ini makin lama makin serius ya, kurang seru nih.. hihihi.. Kalo ada yang mau kirim surat cinta untuk Kak Katy Bon bisa di imel ke order@omuniuum.net, nanti kami sampaikan. Eh, pesen CD bisa via sms ke 087821836088 yaks! Oh, biar keliatan update dan eksis, jangan lupa mention kita di twitter ya, @omuniuum atau @itbo



Cd The Milo-Photograph - IDR 30,000 Setelah sekian lama, akhirnya The Milo memberikan kabar terbarunya, hore! Mari saya mulai pekerjaan ini dengan berpendapat!

Yang pertama kali menarik perhatian saya dari album ini adalah: COVER nya. Gambarnya simple, catchy, dan setelah diselidiki pada bagian keterangan, ternyata sang ilustrator adalah “astronautboys” dan “mereka” (tambahan “s” pada “astronautboys” membuat saya berasumsi bahwa si pembuat adalah benda jamak) juga menuliskan nama mereka di jembatan layang pasupati, kalau kamu memperhatikan sekitar saat jalan di lampu merah Dago Cikapayang.

Okei, CD masuk player, dan kedelapan lagu dalam album ini pun berputar-putar.

Let’s get to the details!

Lagu pertama, judulnya Stethoscope. Curiga saya, lagu stethoscope yang tanpa kata ini memang adalah lagu pengantar yang diberikan untuk pendengar, semacam bab pendahuluan dalam skripsi. Pemberitahuan nada dan rasa keseluruhan dalam satu album, sebuah ringkasan. Dan track ini, bagaikan sebuah stethoscope, memberi-dengar “detak jantung” album secara keseluruhan. Disambung For All The Dreams That Wings Could Fly dengan vokal mengalir dan petikan gitar setipe. Kita dibawa turun dari “kesimpulan” yang penuh. Sekedar beranalogi kita sedang bertualang menjelajah hutan raya, sekarang kita menuju aliran anak sungai yang lebih tenang dan sepi. Jeda, dan So Regret mengalun pelan, perjalanan kita semakin mendayu dan turun. Lirik detailnya tidak terlalu jelas terdengar, kecuali pada reff. Terdengar jelas bahwa ini memang lagu penyesalan, sesuai dengan judul, dan ditutup dengan pertanyaan “oh why”. Bersambung dari buntut so regret ke opening Get Into Your Mind suara tipis feminin mengawang mengimbangi petikan-petikan melodi gitar yang masih mendayu. Jeda, Dreams dimulai sedikit upbeat dengan genjrengan gitar dan irama drum. Kita terus digandeng, coba untuk terus dibawa masuk ke album Photograph. Jeda, Kemudian masuk petikan gitar dan disambut vokal Ajie untuk mem-bold lirik Don’t Worry For Being Alone, pelan-pelan baru beat drum masuk, kemudian datang menyambut petikan gitar yang lain dan bermainlah harmoni lagu dalam ramai instrumen musik, berusaha menarik pendengar untuk masuk, ditutup dengan minimal dan kembali penekanan pesan lirik lagu. Daun dan Ranting Menuju Surga berputar mengalun minimal pada awalnya dengan lirik yang puitis. Kita kembali dibawa ke aliran sungai tenang tadi, tapi kali ini diantar dengan lirik yang lebih mengangkat. Dan..lagu paling bagus dalam album ini, menurut saya, berputar, Apart. Petikan gitar diawalnya berhasil mencantol telinga saya dan terdengar menyimpan potensi ceria, seperti diberi harapan positif. Tapi tampaknya berbanding terbalik dengan liriknya, lagu ini tidak berbicara tentang sesuatu yang menyenangkan..tidak terlalu jelas terdengar. Alunan minimal itu kemudian berjeda sedikit, dan kembali disambut oleh harmoni instrumen yang lebih ramai, seperti mencoba membawa kita ke tempat yang lebih klimaks. Kemudian lagu ditutup dalam keramaian itu. Habis.

Secara keseluruhan lagu-lagu The Milo dalam album Photograph ini memiliki mood yang sama, dan petikan gitar di setiap lagu, dari lagu ke lagu, terasa seperti benang merah yang menghubungkan, terus bertipe seperti itu. Dan kalau kamu sedang berusaha sekuat tenaga mencerahkan harimu yang suram, tunda dulu mendengarkan album ini, sepertinya kamu lebih baik pilih mp3 rekaman siaran Kabayan atau Warkop. Referensi musik yang mereka gunakan dalam pembuatan album ini masuk akal, seperti terbaca di tulisan pengantar di balik cover album, diantaranya ada M83, The Album Leaf, dan Sigur Ros. Sayangnya eksplorasi instrumen-instrumen musik dan bebunyian di dalamnya masih belum terasa.

Oke, cukup. Pesan terakhir, kalau kamu penasaran untuk mendapatkan CD ini, mampirlah ke toko kami yang ngumpet di ciumbuleuit 151 b lantai 2 Bandung atau silakan kontak via email ke order@omuniuum.net [nama, alamat, telp + pesananmu] atau sms 087821836088 [nama+alamat + pesananmu] nanti admin omu akan membalas dengan detail transaksi yang kamu butuhkan.

Have a nice day!

P.S. Masih usaha membuat review berikut hmmm hmmm, namanya juga usaha, ini rubrik review diasuh oleh seorang gadis manis cantik yang karena tidak mau disebut namanya, menjuluki dirinya sendiri Kak Katy Bon “salah asuhan”, dengan tagline: “Pendapat orang itu relatif, have ur own oppinion! Stop reading this junk!”. Tapi karena ini di taro paling bawah, percuma punya tagline begitu karena kalian sudah terlanjur membaca. Pesan untuk Kak Katy Bon bisa di imel ke order@omuniuum.net, nanti kami sampaikan. :)

Blog EntryDec 31, '10 8:08 PM
for everyone



Hei,

ini mixtape lama dari kita, di buat sekitar tahun 2005/2006. Dulu sempat ada edisi fisiknya, tapi dibuat sangat terbatas, mungkin masih ada di antara kalian yang menyimpannya.

Kami memutuskan untuk membagikan kembali mixtape ini dalam rangka menyambut tahun baru 2011. Sesuai dengan judul mixtape ini, 'Read A Book About Yesterday', tanpa masa lalu, kita tidak akan pernah menjadi diri kita sekarang. Jadi, mari kita membaca masa lalu dan menjadikannya bekal untuk masa yang akan datang.

Selamat berlibur ya, kita tanggal 1 besok tutup. Selamat berjumpa tahun depan, tanggal 2 Januari 2011.

Semoga semua harapan menjadi kenyataan di masa yang akan datang.

Enjoy!

--------------------------------------------
read a book about yesterday
--------------------------------------------

01. aha - velvet
02. climie fisher - rise to the occasion
03. massive attack - teardrop
04. apoptygma berzerk - moment of tranquillity
05. cocteau twins - half gifts
06. garbage - you look so fine
07. howard jones - no one is to blame
08. kim wilde – four letter word
09. mandalay – deep love
10. no doubt – running
11. sade – by your side
12. roberta flack – and so it goes
13. sigur ros – untitled
14. smashing pumpkins – glynis
15. wet wet wet – goodnight girl
16. cocteau twins – rilkean hearts

Download all songs


+ Omuniuum +
Ciumbuleuit 151 b lt. 2 Bandung 40141
ph. 022-2038279 – 087821836088
e. order@omuniuum.net / omuniuum@gmail.com
w. http://omuniuum.net

Blog EntryNov 27, '10 10:58 PM
for everyone



Masih belum bosan dengan cerita tentang Sarasvati kan ?

Jangan dulu bosan, soalnya saya mau cerita kalau kemarin saya diundang atau lebih tepatnya mengajukan diri untuk diundang hadir melihat acara “Layung Sarasvati Berkarat” yang diadakan di Lou Belle, sebuah toko di bilangan Setiabudhi Bandung.

Yang istimewa dari penampilan Sarasvati kali ini, dia mengajak gerombolan Karat alias Karinding Attack sebuah komunitas musik yang memainkan alat musik tradisional sunda  untuk ikut bersama berdendang bersamanya. Silakan bayangkan sendiri, Sarasvati dengan format full band ditambah gerombolan karinding attack jadi sebuah konser yang ramai karena total personil dipanggung jadi ada 21 orang. Untungnya, mereka cukup hebat mengakali panggung  dan venue yang kecil dengan menampilkan kolaborasi yang ciamik. Musik Sarasvati ternyata cocok disandingkan dengan karinding, celempung suling dan teman-temannya, membuat merinding sekaligus kagum dan senang menontonnya.


Agak sedikit kaget karena lagu pembuka konser bukan diambil dari EP Story of Peter tapi lagu Kala Sang Surya Tenggelam karya Chrisye Alm. Setelah lagu tersebut, baru kemudian lagu-lagu selanjutnya dari EP Story of Peter – silakan intip foto setlist dibawah untuk mengetahui urutan lagunya-.  Sempat terhenti sejenak karena magrib dan hujan rintik, begitu hujan berhenti, konser kembali dilanjutkan dengan keadaan yang remang-remang karena tadinya tidak dipersiapkan untuk kondisi malam hari. Saya sedikit kasihan liat akang-akang dari gerombolan karat yang katanya cakep-cakep jadi ga keliatan karena gelap tapi untungnya  tidak menghalangi performa yang maksimal.



Selain show dari Sarasvati dan Karat, acara ini sebetulnya dibuat oleh Lou Belle untuk memperkenalkan beberapa desain baru yang akan di produksi berdasarkan hasil pilihan para pengunjung. Ruang belakang Lou Belle disulap jadi ruang pamer  yang vintage dan retro. Seluruh pengunjung yang datang, dapat mengisi semacam angket untuk memilih desain yang mereka suka. Ruang pamer sekaligus tempat pemilihan desain ini juga unik dan menarik. Beberapa orang berperan sebagai hantu berkeliaran di ruang pamer sembari membagikan makanan atau juga cuma bolak-balik tanpa senyum. Persis seperti hantu. Saya dan teman-teman tidak luput dari godaan hantu-hantu itu, dari awal sampai akhir acara kami berpikir keras bagaimana bikin hantu-hantu itu bisa tertawa, tapi mereka ternyata tahan godaan.

Oke, cukup catatan kecilnya, beberapa kekurangan seperti sempitnya tempat berdiri atau mundurnya jam acara bisa dimaklumi karena faktor cuaca dan memang tempatnya kecil, tapi ya itu juga makanya penontonnya cuma di batasi 100 orang saja. Untuk yang tidak termasuk diantara 100 penonton yang beruntung sore kemarin, silakan berdoa agar ada sponsor lain yang mau membuat acara serupa dan menampilkan kolaborasi yang lebih ciamik lagi.
#gallery-1 { margin: auto; }#gallery-1 .gallery-item { float: left; margin-top: 10px; text-align: center; width: 50%; }#gallery-1 img { border: 2px solid rgb(207, 207, 207); }#gallery-1 .gallery-caption { margin-left: 0pt; } Words by @itbo, Photos by @anandasurio/suryo

Blog EntryNov 11, '10 12:22 AM
for everyone
Halo,

perlu diketahui sebelumnya kalau admin kita di Omuniuum memang malasnya keterlaluan, jadi maaf aja kalojarang update. Tapi akhir-akhir ini tampaknya dia mulai menemukan ketertarikannya lagi untuk tak-tik-tuk ngetik di keyboard komputer dan menulis sedikit cerita. semoga menghibur. Eh, btw, satu lagi, judulnya aja tulisan ini review padahal, ini hanya strategi pemasaran buat bikin orang-orang mau beli apa yang kita jual. Ga percaya ? Silakan membaca. Enjoy!

White Shoes and The Couples Company – Album Vakansi
2010. Purapura records. Distribusi. Demajors. Harga Rp 35,000.

Sejujurnya, saya bukan penggemar WSATCC. Sudah beberapa kali saya melihat pertunjukan mereka secara langsung dan tidak peduli apa kata orang atau mohon maaf bagi para penggemar berat WSTACC, saya belum menemukan ketertarikan lebih untuk mendengarkan mereka sampai ketemu dengan Album Vakansi ini.

Asalnya cuma basa-basi mencoba mendengar biar ga buta-buta amat kalau ada pembeli yang nanya, itu album barunya WSATCC bagus atau tidak. Tapi, entah faktor apa, begitu didengarkan, hal yang pertama saya lakukan adalah membeli CD-nya [lho, kan toko sendiri, tapi memang saya koleksi CD lokal yang saya suka, mau apa hayo ?], lalu melakukan proses yang saya pikir dilakukan oleh banyak orang akhir-akhir ini, meng-copy-nya dalam bentuk Mp3, memasukkannya ke dalam playlist toko dan mendengarnya berulang kali.

Menarik. Formulanya masih sama, WSATCC dari dulu memang terkenal dengan sound vintage dan retro yang kental, membawa kita mengenang era-era tahun 60 – 70-an. 13 track dalam Album Vakansi juga begitu. Yang unik dalam album ini mereka lebih baik dan ramah dalam membawakan lagu-lagunya. tidak pusing dengan suara-suara musik yang riuh rendah, tidak juga memaksa sok retro atau sok jadul, mulus semulus-mulusnya, Album Vakansi mengantarkan kita bernostalgia dengan masa lalu a la WSATCC.

Cocok didengar di sore hari sambil bekerja dengan volume yang sedang atau  bisa juga didengarkan di dalam mobil tetap di sore hari, dikala senja dan ada sinar keemasan  dari matahari yang mau tenggelam. Eh, sambil menatap rintik hujan ditemani kopi atau teh enak juga. Eh, intinya ini album cocok untuk sore hari tanpa merusak mood dan semangat bekerja alias menghibur.

Track favorit : Berjalan-jalan dan Selangkah Keseberang – Fariz R.M.

Ketahui mereka lebih jauh di : www.wsatcc.com . Follow twitter mereka di @wsatcc




Sarasvati – Story Of Peter 

2010. Sarasvatimusic. Limited ed. Harga Rp 40,000

Saya tidak akan berkenalan dengan Sarasvati kalau saja tidak bertemu dengan Risa Saraswati, sang pemilik suara cantik yang membawakan lagu-lagu dalam album ini. Pengalaman pertama mendengarkan lagu-lagu dari album ini tidak akan pernah saya lupakan karena membuat saya dan beberapa teman begadang membungkus tumpukan CD yang akan diedarkan pada saat launching album di Bumi Sangkuriang pada pertengahan Juli 2010.

Pada saat mengenal Risa juga kemudian saya tahu kalau dia diwarisi bakat entah benar entah tidak karena saya geblek banget kalo urusan sama dunia gaib, dia itu punya bakat melihat hal-hal gaib yang kemudian melekat erat karena cerita-cerita itu yang dia tuangkan di album ini. Cukup soal pengalaman bertemu dan soal gaib-gaib, biar kalian nanti tanya atau lihat sendiri cerita-ceritanya di facebooknya Sarasvati, yang saya mau bahas tentu saja albumnya.

Pertama mari kita bahas packaging CD-nya. Menurut info yang saya dengar, CD ini merupakan edisi terbatas,  didalamnya terdapat kartu remi, poster dan tentunya selipan lirik dari 7 lagu yang terdapat di album ini.  Artworknya bagus dan ya itu tadi, t e r b a t a s. Jadi rugi kalau tidak beli. Soal lagunya, dijamin suka, apalagi kalau liat performance Sarasvati full dengan big band dan performanya yang ciamik baik secara kostum atau pun kualitas manggungnya yang diusahakan selalu maksimal. Kembali ke soal lagunya yang saya bilang tadi dijamin suka, seluruh lagu di album ini wajib didengarkan dan dimasukkan dalam playlist sehari-hari. Favorit saya adalah Oh I Never Know, Bilur dan Fighting Club.

Tambahan, genrenya itu adalah pop berbalut mistis, kalo penakut, jangan didengarkan sendirian, soalnya bikin merinding.

Sarasvati bisa ditemui di : http://www.facebook.com/risasarasvati. Follow twitter di @sarasvatimusic.

[ditulis sambil jaga warung karena emang kerjaannya jaga warung sama @itbo]

* CD Review Of The Week diusahakan muncul setiap minggunya demi mendukung band-band lokal  yang rata-rata distribusi CD-nya dilakukan secara independen. Musik dengan mudah bisa dicari dan didownload lewat media internet tapi jika memiliki rupiah, mari sisihkan untuk membeli CD demi kelangsungan hidup band yang kita sukai.

Jika ada perkataan yang menyinggung atau ada hal-hal yang ingin diminta untuk diperbaiki, silakan kontak admin kita dan kalau mau nyumbang review CD favoritmu, silakan kirim juga admin kita. Kalo oke menurut admin kita yang pemalas, pasti dimuat dan semoga bisa kasih hadiah, amin.  Admin bisa dikirimi surat cinta di order@omuniuum.net/omuniuum@gmail.com atau disapa lewat @omuniuum.

Kalau mau order CD-nya, kontak aja 087821836088.

Pages:123456789